Sabtu, 08 September 2012

4 Ilmu untuk bekal hidu di dunia dan akhirat

Empat Ilmu Untuk Bekal Hidup di Dunia dan Akhirat


Assalamualaikum sahabat-sahabatku yang kubanggakan, Indonesian Bloggers and Indonesian readers, apa kabar? Hehe kayaknya udah dua hari kita tidak jumpa karena selama dua hari itu pula saya kagak posting satu tulisan pun.. Maafkan sahabat kalian ini yang lagi sibuk menyiapkan mental untuk backpackeran nanti.. InsyaAllah jika tidak ada halangan, dan jika Allah merestui saya akan melakukan perjalanan backpaker saya di minggu kedua bulan Juni.. Kudu siap lahir batin, karena ini perjalanan pertama saya yang teraneh di kehidupan saya... Hehehe.. Jika teman2 belum bisa itu bukan berarti teman2 gak bisa cuma mungkin belum pas aja waktunya buat jalan2 unik seperti yang saya mau lakuin, hehe.. Bagi saya, perjalanan ini bukan sekedar perjalanan biasa, tapi perjalanan spiritual dan juga perjalanan mencari ilmu dari satu tempat ke tempat yang lain.. Semoga kiranya Allah menitipkan ilmu di setiap tempat yang kusinggahi.. Hmmm.... Amieeen...

Ngomong2 soal perjalanan, saya jadi kepikiran perjalanan hidup.. Dan juga perjalanan itu tentunya tidak akan berlangsung lama, 50 atau 60 tahun saja mungkin kita sudah dipanggil berpulang kehadapan-Nya.. Bahkan ada juga yang dipanggil lebih awal, di saat usia seseorang menurut kita masih begitu muda, 30 tahun sudah dipanggil oleh-Nya. Karena itu perjalanan hidup yang singkat ini jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin nantinya akan sangat sia-sia. Yang ada kita bakalan menyesal di penghujung hidup. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu menjadi yang terbaik dalam memanfaatkan hidup sehingga harapan kita akan 'pengakhiran yang diridhai' dapat kita raih. Pengakhiran ini berarti kematian kita di dunia ini untuk menuju ke kehidupan selanjutnya, yah kita semua pasti berharap kematian kita adalah kematian yang diridhai. Alangkah indahnya jika kita mengakhirinya dengan senyum manis bagai seorang petani yang akan memanen apa yang telah ditanamnya. Mati yang diridhai yang saya maksudkan di sini adalah matinya seseorang yang telah kaya mengumpulkan bekal hidup di dunia yang sementara ini untuk menuju ke kehidupan selanjutnya.

Teman-temanku yang hebat, untuk hidup yang baik itu pasti kita butuh bekal. Dan bekal ini akan sangat penting untuk perjalanan hidup selanjutnya. Kata ustadz2 yang pernah kudengarkan tausiahnya, mereka bilang untuk hidup ini ada empat bekal hidup yang harus dimiliki oleh seorang manusia:

(1) Ilmu Syukur dan Sabar.
Syukur dan sabar adalah dua senjata paling ampuh dalam mengarungi gelombang hidup. Gelombang hidup ini datang silih berganti dengan berbagai variasinya akan selalu menguji ketangguhan iman kita. Tentunya gelombang hidup ini tak selalu sama antara harapan dan kenyataan. Syukuri segala karunia, kenikmatan, kemudahan, kesehatan, kelapangan dari Allah Yang Maha Pemberi Rah-mat. Sabar terhadap segala kepahitan, kesulitan, kesempitan, dan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Menurut Rasulullah saw, syukur dan sabarlah yang akan menjadikan keadaan apapun menjadi baik. Sekarang coba perhatikan teman2ku, kenapa kehidupan ini tidak kelihatan bagusnya sama sekali dalam kehidupan kita? Jawabannya tentu sederhana sekali, yakni karena tidak ada rasa syukur dan sikap sabar yang terpatri dalam diri kita dalam menghadapi gelombang hidup itu. 

(2) Ilmu Ikhlash.
Sesungguhnya hidup ini sangat indah di kala musibah datang kita bisa mengambil keindahan didalamnya,begitupun kebahagian datang maka nikmatnya dua kali lipat apabila kita menikmatinya dengan penuh hayat, sedih, senang, dan menangis pun sangat indah kalau kita menagis dengan ikhlas. Kadang saya tidak ikhlas menghadapi kehidupan ini, tapi semua itu malah merusak keindahan hidup saya. Hidup saya jadi tidak tenang, tapi setelah saya ikhlaskan semuanya jadi berubah.. Sehingga semua yang terjadi pada diri saya semuanya adalah indah. Kebahagiaan, kesedihan, cobaan semuanya akan indah dengan ikhlash.

(3) Ilmu tawakkal
Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Apapun yang kita hadapi dalam kehidupan ini alangkah baiknya jika kita sandarkan pada-Nya, pada Rabb kita yang menggenggam hidup ini. Teman-temanku, sekarang mari kita lihat kembali lembaran hidup kita sendiri, atau juga bolehlah teman2 lihat disekitar kehidupan teman2. Lihatlah betapa kehidupan manusia ini kian ruwet saja. Mungkin keruwetan ini disebabkan oleh karena kita menjauh dari Allah, menjauh dari Tuhan, dan menganggap semua hidup kita itu karena atas rencana kita dan bukan dari rencana-Nya. Banyak sekarang manusia yang bahkan sombong tak mau meminta pada Tuhan, tak mau berdoa, padahal kehidupan ini selalu diberikan oleh Tuhan dengan berbagai kenikmatan2 yang menyertainya. Tapi kita lupa,. Emang mungkin kita akan berapologi karena kita adalah manusia yang merupakan tempat lupa, salah dan dosa. Tapi itu tidak berarti kita mengabaikan kewajiban kita, untuk selalu mendekatkan diri pada-Nya. Allah sendiri telah berjanji, jika kita mendekatkan diri dan meminta pertolongan pada-Nya, apapun persoalan hidup ini akan terselesaikan oleh solusi-solusi yang tak diduga-duga, yang sudah dipersiapkan oleh-Nya sebagaimana  saya kutip dalam salah satu firman-Nya sebagai berikut:

“Artinya : Dan, barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” [Ath-Thalaq : 33]

 
(4) Ilmu sedekah.
Bersedekah itu memiliki fahala yang tinggi di sisi Allah. Selain itu Allah juga menjanjikan bagi mereka yang menyedekahkan sebagian dari harta mereka, maka Allah cukupkan semua permintaan mereka, dan tidak main-main Allah memberikan balasan balik yang lebih besar.. bahkan sampai beratus2 kali lipat.. Banyak sekali kisah orang-orang yang berkelimpahan nikmat karena bersedekah.. Silahkan teman2 mengunjungi situs ini ada banyak kisah2 menakjubkan dari faedah bersedekah.. 

Kenapa kita harus bersedekah, yakni karena dengan cara ini kita ikut berbagi memberi pada orang lain yang membutuhkan. Ketika kita memberi pasti kita bisa melihat kebahagiaan pada diri orang-orang yang kita bantu. Dan teman2 sekalian betapa nikmatnya, puasnya dan bahagianya kita melihat kebahagiaan mereka itu. Tentunya kita mendapatkan kebahagiaan hidup yang tiada tara setelah membantu orang-orang itu. Ahhh... indahnya saat kita mati nanti, pahala sedekah ini yang akan menjadi penerang di alam kubur kita. Percayalah teman2ku.. Jangan ragu untuk mencoba. Saya sudah mencobanya, dan saya terkagum-kagum dengan faedah sedekah ini..