Kamis, 20 September 2012

Pantun dan Puisi

                                                                                                                                         I.      JENIS-JENIS PANTUN


  1. Desa sawah muai menghijau
Di tengah ada pematang
Apa arti bertindak maju
Kalau tak pemikiran matang

  1. Pantun Anak
Enak nian buah belimbing
Mencari ke pulau seberang
Main bola ada pembimbing
Binatang apa berhidung panjang?

  1. Pantun Jenaka
Orang mudik bawa barabg
Pakai kain jatuh terguling
Kamu senang di lirik orang
Setelah sadar ternyata juling

  1. Indah nian sinar mentari
Purnama dating tak terbelah
Melihat orang malas berlari
Ternyata sandal tinggi sebelah

  1. Pantun Sukacita
Gurih nian ikan gurami
Tambah nikmat dengan kacang
Alngkah senag hati kami
Panen dating telah dating

  1. Pantun Kiasan
Luas nian samudra raya
Pagi-pagi nelayan melaut
Tak berguna memberi si kaya
Bagai menebar garam di laut

  1. Pantun Nasihat
Jalan-jalan ke Semarang
Bawa banding tanpa duri
Belajar mulai sekarang
Untuk hidup kemudian hari

  1. Pantun Dukacita
Beras miskin di sebut raskin
Yang mendapat tak semua
Aku ini anak miskin
Harta benda tak ku punya

  1. Pantun Budi pekerti
Siapa yang tidak simpatik
Melihat bung dahlia
Kulit putih berwajah cantik
Sudah ayu berhati mulia

  1. Pantun Agama
Minum usu di pagi hari Tambah Nikmat tambah coklat
Pandai-pandai membawa diri
Siapa tahu kiamat sudah dekat

  1. Ikan mas hidup di kolam
      diberi makan gadis kerempeng
tertawa terkekeh dari dalam
            melihat anjing pakai topeng

  1. Sarapan roti pada pagi hari
Lebih nkimat tambah kolak
Menabung mulai sejak dini
Hidup nikmat di hari kelas

  1. Sungguh elok asam belimbing
Tumbuh dekt limau longga
Sungguh elok berbibir sumbing
Walau pun marah tertawa juga

  1. Jalan-jalan di waktu malam
Melihat bulan saat purnama
Janganlah rusak kekayaan alam
Agar anak lucu hidup bahagia

  1. Berwisata ke pulau dewata Jangan lah lupa membeli roti
Tidak sembahyang tidak puasa Diakhirat kelak akan rugi

  1. Kalau puan puan cerana
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki

  1. Kalau kau pergi ke Surabaya Janganlah lupa membeli keripik
Senang belajar B.Indonesia
Karena gurunya cantil menarik
  1. Barisan bersap tanpa berjajar
Bersap tiga berlarik-larik
Pastilah senang guru mengajar
Karena murid penuh simpatik

  1. Tuan rena berjalan kaki
Gelang perak putih warnanya
Si anak singa bersenang hati
Melihat induk membawa mangsa

  1. Anak kecil berlari-lari
Bunga melati di pinggir pagar
Rajin relajar setiap hari
Pasti kamu menjadi pintar

  1. Buah jeruk Manis rasanya
Asal dari kota Semarang
Jangan adik merasa kecewa
Nanti abang pasti akan datamg

22. Pantun nasihat
Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Belajarlah sungguh-sungguh
Biar tidak ke tinggalan

23. kelip-kelip lampu di kapal
anak kapal main sekoci
masih kesil sudah pandai
besar nanti senang diri.

                                                                                                                                             II.      JENIS-JENIS PUISI


  1. LAUT

            Berdiri aku di tepi pantai.
            Memandang lepas di tengah laut.
Ombak pulang memecah berderai.
Keribaan pasir rindu berpaut.
Ombak dating bergulung-gulung.
Balik lagi ke tengah segara.
Aku takjub terdiri termangu.
Beginilah rupanya Permainan masa.
            Hatiku juga seperti dia.
Bergelombang-gelombang memecah pantai .
Arus suka beralih duka.
Payah mendapat perasaan damai.

  1. KEHIDUPAN

Dialah sang sutradara
Dan kita para aktornya
Maka, persoalan yang utama
Bagaimana memerankan peran kita

  1. SURAT DARI IBU

Pergi ke dunia luas, Anak ku sayang
Pergi ke hidup bebas!
Selama angin masih angin buritan
Dan matahari pagi menyinari daun-daunan
Dalam rimba dan Madang hijau
Pergi ke laut lepas, anakku sayang
            Pergi kea lam bebas!
            Selama hri belum petang
Dan warna senja belum ke merah-merahan.
Penutup pintu waktu lampau.

  1. SAJAK INGAT IBU

Padahal dului tak pernah terpikir
Bahwa semua akan di alami
Lalu sekarang sesudah merasa dewasa
Juga perasaan ingin berbakti itu
Mungkin akan tiba saatnya
SEOPAN g anak, menangis di negeri orang
Lantas ingin pulang, tapi tak punya harapan
Dan akhirnya hanya doa
Semoga ibu tak lekas mati
Supaya anaknya lepas kembali
Dan bercerita tentang hidup senang serba kecukupan.
Seperti dalam dongeng-dongeng.

  1. TERATAI

            Kepada KiAjar Dewantara
            Dalam kebun ditanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi lembah indah permai.
Tidak terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi laksmi mengarang
Biarpun ia di abaikan orang
Sejora kembang gemilang dunia
            Teruslah, O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia
            Biar sedikit penjaga taman
Biar pun engkau tidak terlihat
Biar pun engkau tidak diminat
Engkau pun turut menjaga zaman.

  1. DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gelar, lawannya banyak seribu kali
Pedang dikanan, keris di kiri
Berselubung semangat yang tak bias mati.

  1. “BUKU”

Memang hanya deretan aksara
Kadang gambar juga
Dan tak bermakna apa-apa
Jika hanya di letakkan di meja
Atau tertata di tempat
Tapi jira kita baca
Ia akan memberikan
Semua yang dimiliki

  1. OH, GURUKU

Pedih dan pedas nya jari
Nafas yang sesak akibat debu kapur
Tak menyerah niat luhur tak meluluhkan niat luhur
Maju dan pesat nya ilmu pengetahuan
Semua tumbuhkan hasrat mendidik
            Oh,guruku
            Kau Lausana pelita dalam gulita
            Jasa mu tak terbeli
Entah kata apa yang pantas ku ucap
Sebagai tanda terimakasih
Untaian kata indah
Halusnya rajutan sutra
Tak sebanding, tak cukup
Tanpa tanda jasa sepertimu

  1. PENJUAL SAYUR……

Akutau kau Sangat lelah
Bekerja dari pagi sampai petang
Tanpa kenal wktu
Ketika nmentari terbenam
Kau tinggalkan pasar
Tanpa buah tangan
Kau bawa kan untuk anak-anak mu
Penjual sayur…..
Dengan senyum ramahmu
Kau penuhi kebutuhan hidupku
Terimakasih sayurmu…….

  1. AKU ADA

Ketika aku sedang sedih menyesali masalampauku
Dan memikirkan masa depan dengan penuh kecemasan
Tuhan beriman,
“Nama-ku adalah AKU ADA”
Ia berhenti sejenak, aku oun menanti…………
Kemudian dengan suara lembut ia melanjutkan
“bila hidup hanya memikirkan masa lampau dengan
kesalahan-kesalahan dan penyesalan-penyesalan,
semua itu tidak ada gunanya
 aku ada di sana
Nama-ku bukan AKU DULU ADA
Bila hidup mu memikirkan masa depan
Dengan masa persalahan yang tak menentu dan rasa takut,
Itu pun sia-sia
Nama-ku bukan AKU AKAN ADA
Bila Semarang hidupmu memikirkan hal-hal yang terjadi hari ini.
Dan percata lepada-Ku, sungguh indah sekali
Aku ada disini
Nama-ku hádala
AKU ADA .

  1. CINTA.....

            Cinta itu ajaib
            Kau tak kan tau kapan dia datang
            Juga takpernah mengerti
            Kenapa dia dia datang
            Cinta datang tanpa terduga
Cinta datng tanpa kenal batas waktu dan usia.
Jangan pernah berharap
Cinta datang saat kau panggil
Dia tak akan menghampiri
Saat dia mendekat pada mu,
Kau pun tak mampu menggusirnya
Cinta itu anugerah, bukan pilihan
Cinta tak berkeinginan untuk merusak.
Karena cinta selalu menjaga
Cinta pun tak berniat ingin menyakiti.
Bukan juga membawa ke hancuran.
Cinta itu memberi kekuatan
Didalam cinta selalu ada kesetiaan
Cinta adalah harapan
Cinta seperti air di laut bebas
Cinta mengalirkan inspirasi
Cinta seperti perpaduan kemilau warna
            Cinta itu memesonakan
Kuharap, cinta kan berdiam di hati kita.
Selalu untuk selamanya
Semoga…….

  1. KATA MAAF

Ribuan kata terserak di antara namamu.
Ada kata caci, kata maki, kata benci.
Namur lebih sering ku menemukan.
Kata kasih, kata cinta, kata surga
Hanya saja kesemuanya bisu
Ada satu kata bersuara mengelus ibaku.
Bercoba bertahan tanpa air mata
Bernarkah kau tak pernah mau memanfaatkan ?
Mungkin aku harus mengingatkan mu
Bahwa aku datang
Untuk menjamah perasaanmu.

  1. RENUNGAN MALAM

Dalam renungan malam
Dalam hening suasana
Dalam Kelamnya ruang
Dalam Diamnya pijakan
Dalam Tangisnya hati
Dalam Jeritnya nurani sesalnya aku
Dalam Tenangnya jiwa
Dalam Gejolak raga
Dalam Sesaknya dada
Dalam Hilangnya bayang
Dalam Tetes air mata
Dalam Teduhnya casi
Dalam Merdunya nada
Dalam Khusyuknya  doa
Aku merasa dekat denganmu.

  1. NYANYIAN MENTARI

Sebelum sampai pada hari
Layarkan perahumu
Bumi akan begitu gaduh
Rindumu tak akan jemu
Ku dekap siang kesumat ku
Laut akan dalam menyimpannya
Sebelum ada sampai tenggelam
Simpan badai waktuku
Sunyi langit menapasiku
Ilalang terbayang di lading-ladang.

  1. BADAI PASTI BERLALU

Ada badai dalam renungan
Angin rebut pun nyatakan kuasanya memporak-porakkan taman hatiku
            Tersentak…..
Terluka……..
Sekarat …….
Sakit………..
Terlalu sakit………
Kesenyapan meliputi semestaku
Pudarlah sudah gairah hidupku
Hanya alam dari teman sepiku
Hanya alam pahami rasaku
            Berontak-menjepit-aku berteriak
            Tanpa suara……
            Kebisuan ini semakin menderaku
            Sanggupkah aku terus bertahan ¿
            Rintihku pada sang alam
Sayup terdengar
Lembut sang alam bersuara
Mengetarkan samg di tengah kegalauanku.
Berikan nafas kesejukan pada sudut kalbuku.
Ku yakin……
Sedahsyat apa pun taman ku tergoncang
Badai pasti berlalu.

  1. AKU CINTA KAMU

Saat ku pejam mataku
Pesona- Mu melintas dalam pikirku
Saat ku buka kedua mata ku
Ku beri kau senyum termanis milik- Mu
Kala ku termenung dalam kesenyapan.
Kau epad aku lewati dasah nafasku.
Kala langkahku tanpa arah tujuan
Kau bawa aku dalam lautan teduh-Mu.
Jika kau lihat kesedihan tengah menderaku.
Kau beri aku peluk suka cita-Mu
Di masa aku penuh ke bahagiaan
Kau manjakan aku dengan luapan epa-Mu.
Ketika aku mulai meluapkan hadir-Mu.
Kau getarkan rindu dalam kalbuku.
Ketika aku pun meragukan kesetiaan-Mu.
Kau rengkuh hatiku dan berkata, “AKU MENCINTAIMU”.
Selalu ……
Kau ulurkan tangan buatku
Kau dekap aku dalam hangat cinta-Mu
Cinta yang suci, tulus dan abadi
Terucap janji
Kau tak akan terganti.

  1. CERMIN KEHIDUPAN

Tetesan embun hádala cermin cahaya
Karena menyatu dengan cahaya
Dan kita hádala cermin kehidupan
Karena kita dan kehidupan epada satu adanya.

  1. SELAMAT MALAM, TUHAN

Hadar-Mu, Tuhan, menenangkan jira, menyejukkan jasa.
Bagai embun di pagi hari, sepoi angin di terik sinar mentari, derai hujan di kala.
Kemarau panjang.
Tak terganti. Tak ternilai
Maka, ku gapai epad-Mu. Dengan sepenuh rindu. Dan cinta.
Tuk menghantar ku ke peraduan dalam damai. Sampai esok pagi.
Atau, bila besok tak terjelang
SELAMAT MALAM, TUHAN

  1. WUJUD CINTA

Jika cinta berujud sandal
Akan ku pasang pada kakiku

Jika cinta berwujud pakaian
Akan ku kenalkan ada tubuhmu

Jika berwujud topi
Akan ku kenalkan pada kepala mu

Apapun wujud cinta
Akan menjaga dan melindungimu

  1. KEAJAIBAN

Hidup adalah mahakarya
Diciptakan, dibentuk, ditetapkan segambar dengan-Nya.
Hidup adalah kesempatan
Mencintai dan dicintai
Mengampuni dan diampuni
Berkarya dalam pertobatan
Kehidupan hádala lorong waktu
Kehidupan adalah sebuah perjalanan
Yang membawa kita kepada hati-Nya
Dan……
Kenyataan untuk dapat menyaksikan
Keajaiban………

  1. TERATAI

Dalam kebun di tanah air ku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu
            Akarnya tumbuh dihati dunia
            Daun bersemi laksmi mengarang
            Biarpun ia di abaikan orang
            Sejora kembang gemilang dunia.

  1. CAHAYA BULAN

Di balik awan itu
Ada bulan cahaya terang
Sedang bumi kegelapan
Dan penghuninya asik bertanya
Kemana sang bulan?
Pada hal purnamanya sering menjelang
Bersama setianya waktu
Silih berganti
Di balik awan itu
Bulan tersembunyi
Atau malu menampakkan wajahnya
Di balik tebalnya awan
Yang sukar di tembusi .

  1. DOA

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat kau penuh seluruh
Cahaya-Mu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
…………

  1. TITIPAN RINDU BUAT AYAH

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa.
Benturan dan empasan terpahatdikeningmu.
Bahu yang dulu kekar legam terbakar matahari.
Kini kurus dan turbungkuk
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini.
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan.
Kau tampak tua dan lelah keringatan mengucur deras.
Namur kau tetap tabah
Ayah dalam hening sepi ku rindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal kerinduan
Anak mu sekarang banyak menanggung beban.

  1. PEMBAKARAN

Dara
Sudah lari bersembunyi
Sejak senja
Kota ditikam menyendiri
            Tiada ranting ke bahagiaan
            Burung malam tiada terbang
            Tiada daun kebebasan
                        Juga sedap malam ketakutan
            ………….

  1. AYAH

Tanda di wajah tanda usia senja
Tak menghalangi langkah tegarmu
Mandi keringatan membanting tulang
Demi kami semua keluargamu
Fajar menyingsing kau melangkah
Di senja hari baru kau kembali
Hanya ada satu tujuan mulia
Memberi sinar kepada bagi kami
Aku memohon kepada tuhan
Berkah keselamatan untuk ayah
Memberi Ramat dan kekuatan
Melindungi jalan kehidupannya.

  1. NYANYIAN SEORANG PETANI

Berilah yang terbaik bagiku
Tanah berlumpur dan kerbau pilihan
Biji padi yang manis
Berilah kiranya yang terbaik
Air mengalir
Hujan menyerbu tanah air.