Sabtu, 08 September 2012

Renungan Jiwa 3 Golongan

 Renungan Jiwa 3 Golongan

Dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia ini, manusia dapat kita golongkan menjadi 3 macam golongan. Ke - 3 macam golongan manusia tersebut adalah.yang pertama manusia yang Akhirat Yes dunia no, yang kedua Akhirat No dunia yes dan yang ketiga Akhirat Yes Dunia Yes. Mari sekarang kita simak sebagai bahan renungan kita bersama dan kira-kira diri kita termasuk golongan yang mana.

1. Ahirat Yes Dunia No.
Orang yang termasuk golongan ini seolah hanya mementingkan untuk kehidupan akhirat semata. Sehingga seolah tidak mempedulikan lagi tentang kehidupannya saat ini di dunia. Memang ada bagusnya tapi barang kali Allah dan Rasul pun tidak menghendaki sikap seperti ini. Karena bagaimana pun telah banyak contoh-contoh dari Rasulullah bahwa beliau pun menjalani hidup dan mencari bekal kehidupannya di dunia juga selayaknya manusia biasa. Beliau berdagang, beliau bermasyarakat dan lain-lain perilaku hidup Rasulullah yang sangat bagus untuk kita contoh dalam kehidupan kita sehari-hari.



Dengan memandang bahwa usaha untuk dunia tidak ada gunanya sungguh suatu sikap yang tidak produktif sama sekali. Bagaimana pun kita perlu bekal untuk hidup dan perjuangan kita di dunia ini. Harus kita sadari bahwa tanpa bekal yang memadai untuk mengarungi kehidupan di dunia ini, maka kita akan terperosok ke dalam keadaan yang akan memberatkan orang lain.

2. Akhirat No Dunia Yes.
Golongan yang kedua ini hanya mementingkan dan berusaha untuk kehidupannya di dunia ini semata. Orang semacam ini tidak lagi percaya akan kehidupan di akhirat kelak. Sehingga sepanjang hidupnya hanya dicurahkan untuk mencari bekal hidup di dunia ini. Apa pun akan ia lakukan. Tidak mengenal halal dan haram, yang penting merasa sukses memperoleh harta dan kesenangan hidup di dunia ini.

Hilangnya keyakinan akan hidup setelah mati atau kehidupan di akhirat kelak, membuat manusia akan berbuat semaunya di dunia ini. Dikira hidup hanya sekali di dunia ini. Setelah mati maka berakhirlah sudah dan tidak ada yang harus dipertanggungjawabkan kelak. Makanya sering kita lihat banyak orang melakukan perbuatan dosa, seperti korupsi, mencuri, mengambil hak orang lain dengan seenaknya. Ya karena mereka meyakini bahwa semua usaha itu hanya untuk satu tujuan hidup di dunia ini. Na'udzubillahi mindzalik.

3. Akhirat Yes Dunia Yes.
Inilah golongan manusia yang dikehendaki oleh Allah dan Rasulullah. Bahkan dalam satu hadist yang mahfumnya "Carilah duniamu seolah engkau akan hidup selamanya, dan carilah akhiratmu seolah engkau akan mati esok hari". Jelas di sini bahwa kita hidup mesti harus seimbang antara usaha untuk kehidupan dunia yang fana ini dan usaha untuk kehidupan di akhirat kelak. Meski dalam kenyataannya kita berusaha untuk akhirat boleh dibilang hanya sekian persen (jauh lebih sedikit dari pada usaha untuk dunia). Namun setidaknya kita berusaha membuat keseimbangan sebagai bahan kontrol dalam menjalani hidup di dunia ini.

Sungguh kita hanya mampu menyisihkan waktu untuk usaha akhirat kelak jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan usaha kita untuk dunia ini. Ambillah contoh berapa jam dalam sehari semalam (24 jam) yang kita pergunakan untuk usaha akhirat? Barangkali hanya 2 atau 3 jam saja dan selebihnya yang 22 jam kita pergunakan untuk usaha kehidupan dunia kita. Kalau waktu yang sedikit ini pun kita tidak bisa menjalani, bisa-bisa kita termasuk golongan yang kedua.

Oleh karenanya, mari kita selalu berusaha menyisihkan waktu yang 24 jam sehari semalam itu untuk usaha akhirat kelak. Sungguh kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal abadi dan lebih agung dari pada kehidupan di dunia ini. Kalau kehidupan dunia paling rata-rata usia kita cuma akan mencapai 60 - 80 tahun. Apalah waktu itu bila dibandingkan dengan kehidupan di akhirat yang tidak akan pernah berakhir?
Wallahu a'lam bishawab.