Senin, 19 November 2012

> Struktur Kalimat


Dilihat dari jumlah pola kalimat, kalimat dapat berstruktur tunggal atau majemuk. Kalimat berstruktur majemuk sering disebut dengan kalimat majemuk, yaitu kalimat yang terdiri atas dua buah klausa atau lebih. 



Berdasarkan hubungan gramatik antara klausa yang satu dengan yang lain yang menjadi unsurnya, kalimat majemuk dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu
(1) kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang dibentuk oleh dua klausa atau lebih yang sama kedudukannya
(2) kalimat majemuk bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang dibentuk oleh dua klausa atau lebih yang tidak setara (Damaianti, 2005:91-93)

Berikut ini hubungan makna antarklausa.

1. Hubungan Makna Antarklausa dalam Kalimat Setara
Hubungan makna antarklausa dalam kalimat setara, diwujudkan dalam kalimat yang menunjukkan hubungan berikut ini.

1) Hubungan perjumlahan, yaitu hubungan yang menyatakan gabungan kegiatan, keadaan,peristiwa, danproses. Hubungan ini ditandai oleh kata sambung dan, dan lagi, serta, baik, maupun.
Contoh : Baik papan maupun balok harus disimpan di ruangan yang terlindung dari pengaruh cuaca.
2) Hubungan pertentangan, yaitu hubungan yang menyatakan bahwa apa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawanan dengan apa yang terdapat dalam klausa kedua. Hubungan ini ditandai dengan konjungsi tetapi, melainkan, sedangkan.
Contoh: Para mahasiswa bekerja keras, sedangkan Amir bermalas- malasan saja.

3) Hubungan pemilihan, yaitu hubungan yang menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang dinyatakan oleh kedua klausa yang dihubungkan. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi atau.
Contoh: Tayangan televisi hendaknya menyajikan program pendidikan atau penerangan.

2. Hubungan Makna Antarklausa dalam Kalimat Bertingkat
Hubungan makna antarklausa dalam kalimat bertingkat, diwujudkan dalam kalimat yang menunjukkan hubungan berikut ini.

1) Hubungan waktu, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikat menyatakan waktu terjadinya peristiwa atau keadaan yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi sejak,sedari, selama, tatkala, ketika, waktu, setelah sebelum, hingga, dll.
Contoh: Ketika setiap orang melaksanakan disiplin, dia malah melanggarnya.

2) Hubungan syarat, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan syarat terlaksananya apa yang disebut dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi jikalau, seandainya, andaikata, asalkan,kalau, apabila, bilamana, dan manakala.
Contoh: Hasil uji tanah menjadi informasi yang akurat untuk perencanaan pondasi sebuah bangunan jika dilakukan secara lengkap.

3) Hubungan tujuan, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan suatu tujuan atau harapan dari apa yang disebut dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi agar, supaya, untuk, dan biar
Contoh: Agar kadar air dalam kayu tidak meningkat, pada ujung- ujung kayu perlu diberi tumpuan.

4) Hubungan konsesif, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya memuat pernyataan yang tidak akan mengubah apa yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi walaupun, meskipun, sekalipun, biarpun, dan sungguhpun.
Contoh: Meskipun telah diingatkan, mereka berdiskusi terus hingga larut malam.

5) Hubungan perbandingan, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan perbandingan, kemiripan atau preperensi antara yang dinyatakan pada klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi seperti, bagaikan, ibarat, laksana, alih-alih, daripada , dan sebagaimana.
Contoh: Data ini lebih lengkap daripada data yang diperoleh minggu lalu.

6) Hubungan sebab, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan sebab atau alasan terjadinya sesuatu yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi sebab, karena, lantaran, dan akibat
Contoh: Dalam pradesain ini tidak ada penambahan luas areal parkir karena areal parkir ini tidak akan berubah.

7) Hubungan akibat, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan akibat dari apa yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi sehingga, sampai, dan maka.
Contoh: Gaya dongkrak biasanya dikerjakan pada ujung-ujung beton yang telah mengeras sehingga tidak diperlukan perletakan yang massif.

8) Hubungan cara, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan cara pelaksanaan yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi dengan, tanpa, sambil, seraya, dan sembari.
Contoh: Penari kuda lumping itu berjoged sembari melahap pecahan kaca.
9) Hubungan sangkalan, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan adanya kenyataan yang berlawanan dengan keadaan sebenarnya yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi seakan-akan dan seolah-olah.
Contoh : Laptop itu selalu ia gunakan seolah-olah kepunyaannya.

10) Hubungan alat, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan alat yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi dengan dan tanpa.
Contoh: Kunjungan industri itu telah dilaksanakan dengan izin dari ketua program studi.

11) Hubungan hasil, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan hasil dari suatu perbuatan yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi maka (nya), sampai-sampai, dan sehingga.
Contoh: Para aktivis buruh itu berdemonstrasi sehingga mengganggu arus lalu lintas.

12) Hubungan komplementas, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya melengkapi apa yang dinyatakan dalam klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi bahwa.
Contoh: Dia mengetahui bahwa yang membohonginya itu masih saudaranya.

13) Hubungan atribut, yaitu kalimat majemuk yang klausa terikatnya menyatakan suatu keadaan atau perbuatan yang dialami atau dilakukan oleh nominal tertentu pada klausa bebas. Hubungan ini dinyatakan oleh konjungsi yang.
Contoh: Surat peringatan itu diberikan kepada mahasiswa yang sering tidak masuk kuliah tanpa alasan.