Jumat, 08 November 2013

SURAT KUASA

Surat Kuasa adalah Naskah Dinas sebagai alat pemberitahuan dan tanda bukti yang berisi pemberian mandat, hak, kewajiban dan kewenangan dari pihak pejabat yang memberikan kuasa kepada pejabat yang diberi kuasa untuk bertindak dalam penyelesaian suatu urusan. Misalnya Menjual rumah atau tanah, mengambil tabungan, mendatangani akta jual beli, dan mewakilkan sidang di Pengadilan.
Dalam menjalankan kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan dalam surat kuasa, ada kalanya penerima kuasa berhalangan karena sesuatu sebab yang mendesak. Dalam surat kuasa dikenal juga adanya hak substitusi, yakni hak untuk mengalihkan sebagian maupun seluruhnya kuasa yang diberikan kepada si penerima kuasa kepada pihak ketiga. Surat kuasa substitusi dapat diterbitkan apabila dalam surat kuasa semula diberikan klausula tentang hal itu.
Pengalihan hak dari penerima kuasa semula pada pihak ketiga dapat dilakukan untuk seluruhnya atau sebagian saja, bergantung pada bunyi klausula pada surat kuasa tersebut. Jika isi klausula memberikan sebagian saja, maka harus ditegaskan dalam surat kuasa semula. Demikian juga apabila kewenangan itu dapat dilimpahkan seluruhnya, maka harus disebutkan pula dalam surat kuasa. Apabila telah terdapat pengalihan kuasa substitusi seluruhnya, maka si pemberi kuasa substitusi tidak dapat
menggunakan kembali kuasanya, kecuali pengalihan kuasa tersebut hanya sebagian.
Pada umumnya pemberian kuasa di pengadilan adalah secara khusus yang dipersyaratkan harus dalam bentuk tertulis. Dalam prakteknya, untuk mewakili kepentingan para pihak (Penggugat atau Tergugat) di Pengadilan.
Haruslah dengan surat kuasa khusus (Pasal 123 ayat 2 HIR/147 ayat 2 RBg). Penerima kuasa tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apapun yang melampaui kuasanya.
Untuk penggunaan surat kuasa dalam praktek hukum pidana, perlu juga dicantumkan tempat dan tanggal dibuatnya surat kuasa guna menghindari kerancuan waktu sejak kapan advokat atau penasihat hukum dapat melakukan pembelaan atau pendampingannya. Pemberian kuasa ini secara tertulis juga dapat dilihat dalam tata pemerintahan, berupa pemberian kuasa seorang atasan kepada seorang bawahan, atau pelimpahan wewenang berupa delegasi atau mandat dari seseorang atau Pejabat tertentu kepada seseorang atau Pejabat lain. Selain penggunaan surat kuasa sebagai naskah administrasi, surat kuasa terdapat juga dalam kegiatan pemberian bantuan hukum perdata dan tata usaha negara. Bantuan hukum ini merupakan hak dalam menghadapi konflik dan permasalahan hukum kepada seseorang atau pejabat sepanjang permasalahan hukum tersebut timbul sebagai akibat pelaksanaan tugas kedinasan. Berbeda dengan format surat kuasa sebagai salah satu surat dinas, keberadaan surat kuasa dalam tata cara dan proses bantuan hukum dilakukan sesuai dengan format surat kuasa khusus yang umumnya digunakan di pengadilan.
2. 2 .    Jenis-Jenis Surat Kuasa
Pada umumnya, seseorang yang memberikan kuasa kepada orang lain untuk melakukan perbuatan tertentu, melalui surat kuasa khusus. Beberapa jenis surat kuasa diantaranya sebagai berikut:
a.             Surat Kuasa Umum
Surat kuasa ini bertujuan memberikan kuasa kepada seseorang untuk mengurus kepentingan pemberi kuasa, yaitu:
1)      Melakukan tindakan pengurusan harta kekayaan pemberi kuasa.
2)      Pengurus itu berkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan pemberian kuasa atas harta kekayaan.
3)      Titik berat kuasa hanya meliputi perbuatan atau tindakan pengurusan kepentingan pemberi kuasa.
b.             Surat Kuasa Khusus
Dalam surat kuasa ini, pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu hanya mengenai suatu kepentingan atau lebih. Bentuk inilah yang menjadi landasan pemberian kuasa untuk bertindak didepan pengadilan mewakili kepentingan pemberian kuasa sebagai pihak. Namun, agar bentuk kuasa yang disebut dalam pasal sah sebagai surat kuasa khusus di depan pengadilan. Surat kuasa harus dilakukan hanya untuk mengenai suatu kepentingan tertentu atau lebih. Harus disebutkan secara terperinci tindakan apa yang harus dilakukan oleh penerima kuasa. misalnya kuasa untuk melakukan penjualan rumah hanya untuk mewakili kepentingan pemberi kuasa untuk menjual rumah. Demikian pula, jika untuk mewakili pemberi kuasa untuk tampil di pengadilan, surat kuasa khusus harus mencantumkan secara terperinci tindakan-tindakan yang dapat dilakukan penerima kuasa di pengadilan.
c.              Surat Kuasa Istimewa
Surat kuasa ini mengatur perihal pemberian surat kuasa istimewa dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sah menurut hukum, yakni:
1)        Bersifat Limitatif.
Kebolehan memberi kuasa istimewa hanya terbatas untuk tindakan tertentu yang sangat penting dan hanya dapat dilakukan oleh orang yang bersangkutan secara pribadi. Lingkup tindakannya hanya terbatas misalnya, untuk memindahtangankan benda-benda milik pemberi kuasa, untuk membuat perdamaian, dan untuk mengucapkan sumpah tertentu atau sumpah tambahan sesuai
Aturan perundang-undangan.
2)        Harus Berbentuk Akta Otentik (Akta Notaris).
Surat kuasa istimewa hanya dapat diberikan dalam bentuk surat yang sah.
d.             Surat Kuasa Perantara
Surat kuasa perantara disebut juga agen (agent). Dalam hal ini pemberi kuasa sebagai principal memberi  perintah (instruction) kepada pihak kedua dalam kedudukannya sebagai agen atau perwakilan untuk melakukan perbuatan hukum tertentu dengan pihak ketiga. Apa yang dilakukan agen, mengikat principal sebagai pemberi kuasa, sepanjang tidak bertentangan atau melampaui batas Kewenangan yang diberikan.
2 . 3.    Fungsi Surat Kuasa
Ada beberapa macam fungsi yang di kategorikan sebagai surat kuasa di antaranya adalah:
a.      Surat kuasa yang berfungsi untuk pengambilan dokumen kependudukan.
b.      Surat kuasa yang berfungsi untuk pengambilan gaji/pembayaran.
c.       Surat kuasa yang berfungsi untuk mencairkan uang.
d.      Surat kuasa yang berfungsi untuk penjualan.
e.       Surat kuasa yang berfungsi untuk pengambilan keputusan usaha.
f.        Surat kuasa yang berfungsi untuk pengambilan keputusan politik.
2 . 4 .   Langkah-langkah Membuat Surat Kuasa
cara membuat surat kuasa langkah-langkah secara umum adalah:
a.         Tulisan judul di atas yaitu surat kuasa, dalam hukum biasa berupa surat kuasa khusus maupun surat kuasa substitusi.
b.         Kemudian cantumkan pihak-pihak yang terlibat dalam pengalihan kuasa. Pertama tulis profil pemberi kuasa.
c.         Perihal surat kuasa, untuk surat kuasa yang umum di masyarakat biasa berupa apakah pelimpahan kuasa pengambilan gaji, cek, pengambilan barang, dan atau lain sebagainya. Setelah itu tulis profil penerima kuasa.
d.        Penutup surat.
e.         Tanggal dan tempat pembuatan surat.
f.          Tanda tangan dan nama terang pemberi kuasa dan penerima kuasa.
g.         Selain itu terakhir juga bisa ditempelkan materai pada surat kuasa untuk menguatkan surat kuasa.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat kuasa, yaitu:
1)                  Ditulis diatas kertas segel atau kertas bermaterai yang cukup, kecuali untuk surat kuasa yang tidak begitu penting sifatnya
2)                  Kedua belah pihak (pemberi dan penerima surat kuasa) berada dalam kondisi yang sehat dan tidak berada dalam satu tekanan pada salah satu atau diantara mereka.
3)                  Isi surat kuasa harus menjelaskan secara tegas perihal kedua                                 belah pihak ( pemberi dan penerima surat kuasa), seperti nama, umur, pekerjaan, alamat, dan tanda tangan.
4)                  Surat kuasa harus memberikan ketegasan tentang:
a)         Masalah yang dikuasai.
b)        Anggal pembuatan.
c)         Masa berlakunya surat kuasa.
Contoh :
SURAT KUASA
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama            : ( pemberi kuasa )
Pekerjaan      : ( pemberi kuasa)
Alamat          : ( pemberi kuasa)
Menerangkan bahwa dengan ini memberi kuasa kepada :
Nama            : ( penerima kuasa )
Pekerjaan      : ( penerima kuasa)
Alamat          : ( penerima kuasa)
Untuk mewakili atau bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa sebagai …. (jabatan / kekuasaan pemberi kuasa, sebutkan pula dasar kekuatan dari pemberi kuasa, misalnya adanya SK). Untuk itu penerima kuasa dikuasakan untuk… (tujuan pemberian kuasa).
Kekuasaan ini diberikan dengan hak untuk melimpahkan (recht van substitute) baik sebagian atau seluruhnya yang di kuasakan ini kepada orang lain. Demikian surat kuasa ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.
         Mei,2011
    Penerima Kuasa                                                             Pemberi Kuasa
                                                                                Materai
(______________)                                                     (_______________)
NB: Rincian Biodata dapat ditambahkan data diri yang lainnya.
a.      Surat Kuasa Formal
1)        Harus mempunyai materai.
2)        Memiliki nama pemberi.
3)        Memiliki saksi ahlinya.
Contoh:
b.      Surat Kuasa Non-Formal
1)        Tidak harus mempunyai materai.
2)        Ada nama pemberi kuasa.
3)        Ada nama menerima kuasa.
4)        Serta nama saksinya.
Contoh:
SURAT PERNYATAAN AHLI WARIS
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1.    Nama            :                              
       Umur            :                              
       Alamat          :              
                               
2.   Nama             :                              
      Umur             :                              
      Alamat           :              
Dengan ini menyatakan bahwa kami adalah ahli waris dari Almarhum/Almarhumah yang meninggal dunia pada tanggal _____ , di Desa _____ , Kecamatan _____ , Kabupaten _____ .
Adapun hubungan kami sebagai:     
1.    Istri/Suami dengan surat Nikah No. _____ .
2.    Anak Kandung              
Demikian surat pemyataan ini kami buat dengan benar.
Yang membuat pernyataan,
1.    _____________
2.    _____________
2 . 6 .   Macam-macam Surat Kuasa :
a.      Surat kuasa pengambilan dokumen kependudukan.
b.     Surat kuasa pengambilan gaji atau pembayaran.
c.     Surat kuasa mencairkan uang.
d.     Surat kuasa penjualan.
e.     Surat kuasa pengambilan keputusan usaha.
f.     Surat kuasa pengambilan keputusan politik.
Ciri-ciri Surat Kuasa :
1)      Surat berisi pemberian kuasa kepada seseorang untuk mengurus sesuatu kepentingan.
2)      Bahasa yang digunakan singkat, lugas, efektif, dan tidak terbelit-belit.
2 . 7 .   Bagian Surat Kuasa
a.         Kepala Surat
Kepala surat ini berfungsi untuk sebagai identitas diri bagi instansi yang tekait, yang meliputi:
1)        Nama organisasi,
2)        Alamat,
3)        Lambang,
4)        Kode pos,
5)        Nomor telepon,
6)        Nomor e-mail.
b.         Nomor Surat (untuk surat kuasa yang bersifat dinas)
Nomor surat berfungsi untuk:
1)      Memudahkan petugas kearsipan,
2)      Memudahkan mengatur penyimpanan,
3)      Memudahkan dalam pencarian kembali,
4)      Mengetahui banyaknya surat yang keluar,
5)      Mempercepat penyelesaian surat-menyurat.
c.         Pemberi Kuasa
Pemberian kuasa ialah suatu persetujuan dengan mana seseorang memberikan kekuasaan kepada seseorang lain yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan
d.         Identitas Pemberi Kuasa
Identitas diri adalah hal yang paling penting dalam, membuat surat kuasa. Dengan identitas ini si penerima akan mengetahui nama yang pemberi kuasa tersebut.
e.         Penerima Kuasa
Penerima surat kuasa adalah suatu yang diberikan kekuasaan untuk menjalankan suatu penyelenggaraan.
f.          Identitas Penerima Kuasa
Identitas penerima adalah identitas dari seseorang yang menerima pemberian kuasa, misalnya nama, tanggal lahir, dan lain-lain.
g.         Hal yang Dikuasakan
Hal surat berarti soal atau perkara yang dibicarakan surat. Adapun hal sendiri berarti ‘perkara,’soal’,’urusan,’peristiwa’.
h.        Waktu Pemberian Kuasa
Pencantuman tanggal, bulan dan tahun penulisan surat sangat bermanfaat. Pencantuman ini berfungsi untuk:
1)            Memudahkan penelusuran jika terjadi keterlambatan dalam menjawab surat.
2)            Memudahkan pengarsipan.
3)            Memberitahu penerima kapan surat itu dikirim.
i.           Tanda Tangan Penerima Dalam Pemberi Kuasa
Tanda tangan penerima adalah suatu bukti yang sah antara penerima dan pemberi atau kesepakatan si penerima dan si pemberi.
2 . 8.    Susunan Surat Kuasa 
1)             Kepala Surat Kuasa
Kepala surat kuasa terdiri atas:
a)        Tulisan “Surat Kuasa” ditempatkan ditengah lembar Naskah      Dinas.
b)        Tulisan “Nomor” surat kuasa ditempatkan dibawah tulisan “Surat Kuasa”.
2)             Isi Surat Kuasa
Isi surat kuasa terdiri atas:
a)        Nama Pejabat, pangkat, NIP dan jabatan yang memberi kuasa.
b)        Nama jabatan yang memberi kuasa.
c)         Tulisan “memberi kuasa”.
d)        Tulisan “kepada”.
e)        Nama pejabat yang diberi kuasa.
f)         Nama jabatan yang diberi kuasa.
g)         Tulisan “untuk”.
h)        Hal-hal yang menyangkut jenis tugas dan tindakan yang dikuasakan.
3)             Bagian Akhir Surat Kuasa
Bagian akhir surat kuasa terdiri atas:
a)        Nama tempat dikeluarkan.
b)        Tanggal, bulan dan tahun pembuatan.
c)        Nama jabatan pemberi kuasa.
d)       Tanda tangan pejabat pemberi kuasa.
e)        Nama jelas pemberi kuasa (pangkat dan NIP bagi PNS).
f)         Stempel jabatan atau instansi.
g)        Tulisan “yang memberi kuasa”.
h)        Nama jabatan yang diberi kuasa.
i)          Tanda tangan pejabat yang diberi kuasa.
j)          Nama jelas, pangkat dan NIP yang diberi kuasa.
2 . 9 .   Contoh-contoh Surat Kuasa
Contoh Surat Kuasa Pengambilan Gaji atau Pengambilan Uang
SURAT KUASA
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                           : Yusuf Fikri
Tempat/Tgl. Lahir       : Mamuju, 18 Oktober 1986
Pekerjaan                     : Pegawai
Alamat                        : Jl. Semar Mendem No 108 Surabaya
Memberikan kuasa pengambilan gaji untuk bulan ………..  dikarenakan saya sedang sakit. Oleh karena itu, saya akan memberikan kuasa kepada :

Nama                             : Firman Akbar
Tempat/Tgl. Lahir         : Sidoarjo, 10 Februari 1989
Pekerjaan                      : Swasta
Alamat                           : Perum Delta Sari BR No 39 Sidoarjo
Demikian Surat Kuasa ini kami buat dengan sebenar-benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Surabaya, 24 Maret 2012
Penerima Kuasa                                                                      Pemberi Kuasa
Materai
Rp6.000,-
(Yusuf Fikri)                                                                          (Firman Akbar)
 Contoh Surat Kuasa Tanah dan Bangunan
SURAT KUASA
Kami yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama                                       :
Tempat/tanggal lahir                :
Pekerjaan                                 :
Alamat                                     :
(Selaku Pemberi Kuasa)
Nama                                       :
Tempat/tanggal lahir                :
Pekerjaan                                 :
Alamat                                     :
(Selaku Penerima Kuasa)
Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa menjual, melepaskan hak, mengoperkan, atau dengan cara lain memindah tangankan kepada Pihak lain dengan harga dan syarat-syarat yang ditetapkan sendiri oleh penerima kuasa atas:
-   Sebidang tanah Hak Milik Nomor: _____  Seluas _____ m2 (_____ meter persegi), yang terletak di _____ , Kelurahan _____ ,  Kecamatan _____ , Kabupaten _____ ,  sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi tanggal _____ , dan menurut Sertifikat tanggal _____ terdaftar atas nama _____ . Berikut bangunan yang berdiri di atas tanah tersebut beserta turutan-turutannya, setempat Dikenal Kompleks_____ .
-   sebidang tanah Hak Milik Nomor: _____  Seluas _____ m2 (_____ meter persegi), yang terletak di  _____ , Kelurahan _____ ,  Kecamatan _____ , Kabupaten _____ ,  sebagaimana diuraikan dalam Gambar Situasi
tanggal _____  dan menurut Sertifikat tanggal _____ , terdaftar atas nama _____ , Yang diperoleh Tuan _____ tersebut di atas, berdasarkan Risalah Lelang Nomor: _____ Tanggal _____  berikut bangunan yang berdiri diatas tanah tersebut beserta turutan-turutannya, setempat dikenal Kompleks _____ . Selanjutnya disebut Tanah dan Bangunan.
Untuk itu menghadap di mana perlu, di antaranya di depan Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah dan instansi lainnya, memberikan keterangan-keterangan, membuat/suruh membuat, dan menandatangani akta-akta dan surat-surat yang diperlukan, menerima uang hasil penjualannya, memberikan tanda penerimaan-nya/kuitansinya atas uang hasil penjualan tersebut, serta melakukan segala tindakan yang dipandang baik dan berguna oleh penerima kuasa bagi terlaksananya kuasa ini tidak ada yang dikecualikan.
Sidoarjo, 25 Maret 2012
   Pemberi Kuasa                                                              Penerima Kuasa
(Nama Pemberi Kuasa)                                           (Nama Penerima Kuasa)
Contoh Surat Kuasa Pengambilan Ijazah
SURAT KUASA
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Lengkap           : Muhammad Ainul Hakim
Kelas                           : 12
Tanggal Lulus             : 15 Juni 2011
Telepon                       :085648937921
Alamat                        : Ds. Jenggot selatan RT 02 RW 01 Krembung Sidoarjo
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KE-1, memberikan KUASA kepada :
Nama Lengkap           : Firmansyah
Pekerjaan                    : Swasta
Telepon                       : 08967368921
Alamat                        : Jl. Pegangsan No 23 Krembung Sidoarjo
Untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK KE-2 untuk MENGAMBIL IJAZAH milik PIHAK KE-1, beserta kelengkapan tanda kelulusan lainnya dari Sekolah Negeri 1 Krembung Sidoarjo guna digunakan sesuai keperluan PIHAK KE-1. Demikian surat kuasa ini kami buat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Sidoarjo, 24 Maret 2012
Pihak Kedua                                                                            Pihak Pertama
Materai Rp. 6.000                                                                                                   Muhammad Ainul Hakim                                                          Firmansya
Contoh Surat Kuasa BANK  
SURAT KUASA
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                     : Pemilik Rekening
Alamat                   : Alamat sesuai KTP Pemilik Rekening
No. KTP                : Pemilik Rekening
Telepon                  : Handphone atau Telepon Rumah Pemilik Rekening
Dalam hal ini-                                                                                                 bertindak          : Untuk diri sendiri
Selaku pemilik/pemegang rekening Tabungan nomor #000-000-0001 Selanjutnya disebut PEMBERI KUASA.
Dengan ini memberikan kuasa kepada :
Nama                     : Penerima Kuasa
Alamat                   : Penerima Kuasa
No. KTP                : Penerima Kuasa
Untuk dan atas nama PEMBERI KUASA mengambil Tabungan pada PT. Bank Central Asia, Tbk Cabang Sidoarjo. sejumlah Rp5.600.000,- Terbilang Lima Juta Enam Ratus Ribu Rupiah. Surat kuasa ini dipergunakan untuk satu kali penarikan, dan dengan ini saya/kami membebaskan PT. Bank Central Asia, Tbk dari segala tuntutan/gugatan hukum berupa apapun dan dari pihak manapun juga sehubungan dengan pemberian kuasa dari penarikan Tabungan tersebut.
Sidoarjo, 24 Maret 2012
PENERIMA KUASA                                 PEMBERI KUASA
(Nama Penerima Kuasa)             (Nama Pemberi Kuasa/Pemilik Rekening)
Contoh Surat Kuasa Perusahaan
KOP PERUSAHAAN
Surat Kuasa
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama       : Kurniawan Widjaja
Alamat     : Jl. Menur Pumpungan Gang V No 87 Surabaya
Jabatan     : Direktur Utama
No KTP   : 12.56198768.5220.0001
Memberikan kuasa untuk melakukan pengambilan dokumen perusahaan atas nama PT Jaya Alami  kepada:
Nama       : David Bagas Kurniawan
Alamat     : Jl. Sukolilo No 4 Surabaya
Jabatan     : Direktur Marketing
No KTP   : 4563125.23259.220.0002
Demikian surat kuasa ini kami buat dengan sebenar-benarnya untuk di pergunakan sebagaimana mestinya.
Surabaya, 25 Maret 2012
Pemberi Kuasa                                                               Penerima kuasa
Materai Rp. 6.000
Kurniawan Widjaja                                                 David Bagas Kurniawan